Selasa, 02 Oktober 2012

Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota – Universitas Diponegoro


Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota merupakan program studi (S1) Universitas Diponegoro, yang didirikan pada tahun 1992 bertujuan untuk dapat memecahkan masalah-masalah isu perkotaan seperti urbanisasi yang terus melonjak yang membuat perumahan, prasarana, fasilitas umum, lapangan kerja dan sebagainya untuk masyarakat perkotaan semakin berkurang sehingga membuat tatanan kota menjadi kacau. hal ini perlu ditangani oleh para ahli perencana yang dapat merencanakan penataan kota untuk kedepannya dan karena kurangnya para ahli, maka didirikanlah Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Diponegoro yang sekarang telah mempunyai akreditasi “A” yang ini setara dengan perguruan tinggi negeri di Bandung yaitu “ITB”. Nantinya bibit-bibit mahasswa ini akan menghasilkan para ahli atau perencana-perencana yang mampu memecahkan masalah-masalah itu.
Dalam perkuliahan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota atau yang sering disebut Teknik Planologi dituntut untuk dapat bekerja dalam kelompok karena pada dunia kerjanya nanti mereka pasti akan berkerja dalam kelompok yang anggotanya tidak pasti dari Teknik Planologi bisa juga dari teknik Sipil, Teknik Arsitektur, atau Teknik Geologi, dll. Didalam teknik Planologi juga ilmu yang dipelajari tidak terlalu mendalam seperti jurusan-jurusan lain. Jurusan ini hanya mempelajari kulit-kulitnya saja tetapi ini telah banyak mewakili banyak pelajaran seperti ilmu sosial, art, mathematics, dll.
Lulusan dari Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota dapat bekerja di berbagai sektor publik seperti di Bappenas, Bapeda, PU, Dinas Tata Kota, maupun dari sektor swasta seperti dosen, konsultan, kontraktor, ataupun perbankan. Dalam lapangannya banyak ditemukan banyak lulusan dari teknik PWK bekerja di perbankan dari pada ke sektor yang sesuai dengan lulusannya. ini mengakibatkan kebutuhan akan planner berkurang di Indonesia.
Oleh : Muhammad Rofiq Andhesta.